Categories: Berita
Published Maret 1, 2016

Sekitar 20 kelompok peserta yang terdiri dari siswa SMA/ SMK baik Negeri maupun Swasta yang ada diwilayah Kabupaten Tulungagung adu kepandaian dalam lomba cerdas cermat pengenalan budaya dan sejarah lokal diacara Rally History yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung yang bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA se-Tulungagung.

Tulungagung Rally Histoy merupakan acara yang memperkenalkan budaya dan sejarah lokal, acara diadakan ditempat wisata goa Pasir Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol, minggu (28/02), dimulai sekitar pukul 07.00 WIB

Tulungagung Rally Histoy ini juga dihadiri tim museum Mojopahit, Badan Pelestarian Budaya Mojokerto serta pengelola Museum Wajakensis, Hariyadi, SPd. Serta seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta, UPTD Sumbergempol.

Menurut ketua panitia Tulungagung Rally History, Tetty, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dalam melakukan pengenalan sejarah dan budaya, sehingga mereka akan merasa peduli dengan sejarah bangsa mereka sendiri dan didalam diri mereka akan tumbuh nilai-nilai nasionalisme. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Acara Tulungagung Rally History ini selain melakukan kegiatan cerdas cermat juga melaksanakan kegiatan lainnya antara lain: apresiasi seni yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMA maupun SMK dalam bentuk musik tradisional, akustik, teater, tari dan silat, puisi serta mocopat. Selainitu, dalam acara ini juga diisi oleh penampilan Barongsai dari Klenteng Tulungagung.

Dalam sambutannya, Kabid Pendidikan Menengah Heru Mujiono, SPd, MM pada pembukaan acara diantaranya menyampaikan terimakasih kepada para pendukung acara tersebut. “Dalam cerdas cermat, anak-anak yang masuk grand final akan mendapatkan diklat khusus dari panitia. Tujuan dari diklat agar anak-anak nantinya bisa menceritakan tentang sejarah lokal Tulungagung, “ungkapnya.

Masih menurut Heru acara ini tidak hanya berhenti disini saja, tetapi akanberpindah di SMKN 1 Pagerwojo yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 10 April 2016 mendatang. “Tujuannya untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan kebudayaan dan obyek sejarah di Pagerwojo.“ imbuh Heru.

“Kegiatan ini filosofinya sederhana. Kalau kita ingin mencintai bangsa kita sendiri, awalnya dengan kenali dan cintailah budaya kita sendiri. Berawal mengenal dan mencintai budaya, Insyaalloh kita akan mencintai bangsa dan Negara kita,” tambah Heru. (nug/humas)

Pos Terbaru