Categories: Berita
Published Januari 22, 2020

IIDI Tulungagung menyelanggrakan seminar parenting “LGBT Dalam Perspektif Psikologi di Hall Hotel Istana, Rabu (22/01/2020). Seminar yang dihadiri oleh Ny. Siyuk Maryoto Birowo selaku ketua tim penggerak PKK Tulungagung, para ibu dan kalangan dokter ini menghadirkan narasumber yaitu Ifada Nur Rohmaniah, S. Psi. M.Psi dan di moderatori oleh dr. Arie Kusuma Dewi Anton, Sp.PD dan dr. Firmina Kus Kusumaningrum Lucky, Sp.KK.

Kegiatan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun IIDI ke-65 yang mengambil tema “Tingkatkan Daya Saing Generasi Penerus Bangsa yang Berkarater Unggul Menuju Generasi Emas Melalui Ketahan Kelaurga”.

Ketua IIDI Tulungagung Deviyanti Wisnu, S.P., M.M. mengatakan, salah satu program unggul IIDI adalah berfokus pada ketahanan keluarga membahas isu-isu yang beredar dikalangan masyarakat. keluarga di harapkan mampu menjadi garda terdepan untuk membesarkan anak anak yang sehat secara sosial, mental dan fisik. Menurutnya saat ini, telah terjadi di sebagian kalangan remaja yang terindikasi melakukan sex menyimpang. Untuk itulah IIDI Tulungagung berpartisipasi dalam upaya pencegahan dengan menyelenggarakan seminar ini.

Sementara itu, Ny. Siyuk Maryoto Birowo dalam sambutanya mengungkapkan, LGBT semakin marak dan mengkawatirkan.“ Seperti yang kita ketahui bersama bahwa LGBT (Lesbian,Gay,Bisex, dan transgender) di Indonesia semakin marak dan mengkwatirkan. Hal ini diperparah karena rendahnya perhatian, dan kasih sayang dari orang tua dan keluarga”ungkap beliau.

Lebih lanjut Ny. Siyuk Maryoto Birowo menjelaskan, Setiap manusia yang hidup didunia ini semestinya mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan kebutuhan dasarnya. Namun seringkali realitasnya tidak seperti itu. Oleh karena itu parenting atau pengasuhan keluarga atau orang tua harus dimulai sejak dini, untuk mendukung mengembangkan fisik, emosi sosial, dan intelektual anak yang berentang mulai masa bayi sampai masa dewasa. Sehingga mencegah seorang anak selama melalui masa tumbuh kembang terjerumus dalam pengaruh pergaualan yang salah.

Keberadaan teknologi komunikasi dan informasi dapat memberikan dampak buruk psikologis anak. Lingkungan yang menjadi unsur pertama dan utama yang membentuk karakter seorang dari bayi, adalah keluarga. Oleh karena itu pola asuh anak dalam keluarga sangat diperlukan dengan cara sosialisasi dan pelatihan-pelatihan bagi orang tua dan keluarga, ditingkat dasa wisma, desa atau kelurahan, kecamatan sampai tingkat kabupaten. (din/hms)

Pos Terbaru