Categories: Berita
Published Oktober 30, 2020

Puncak peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 di Kabupaten Tulungagung ditandai dengan pengajian umum yang diisi oleh Drs. K.H. Marzuki Mustamar.M.Ag ketua pengurus wilayah NU Provinsi Jawa timur dengan mengangkat tema mengenang jasa santri dalam revolusi jihat bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning bangsa Tulungagung, Jum’at 30 Oktober 2020.

Pengajian dalam rangka hari santri Nasional ini di hadiri Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Sukaji M.Si, Forkompinda Tulungagung, K.H. Muhson Hamdani M.Sy (Ketua Rois Syuriah NU Tulungagung), K.H. Abu Sa’id (Dewan Syuro DPC PKB), K.H. Hakim Mustofa (Ketua Tanfidziah NU Tulungagung), Adib Makarim (Dewan Tanfidz DPC PKB), Pengurus NU dan Tokoh Agama.

Ketua pengurus Cabang NU Tulungagung, K.H. Hakim Mustofa mengatakan mewakili segenap Pengurus NU Tulungagung mengucapkan terima kasih kepada Bupati dimana mulai Hari Santri tahun pertama yaitu tahun 2015 sampai saat ini pelaksanaan kegiatannya dipercayakan kepada kami sebagai pengurus Cabang NU dan banom banom kita dan Alhamdulillah setiap kegiatan yang kita lakukan setiap tahun selalu berjalan dengan lancar tanpa suatu gangguan apapun.

Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo M.M., dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari santri Nasional tahun ini mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” Tema tersebut mengangkat isu kesehatan berdasarkan fakta bahwa kini dunia tengah dilanda pandemi Covid 19 sehat disini bukan hanya sehat secara badan saja tetapi sehat secara pemikiran, santri harus mempunyai pemikiran yang modern seperti yang dimiliki oleh para pendiri bangsa, punya wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan yang luas dan tidak mudah menyalahkan atau mengkafirkan. Pemikiran pemikiran yang di anggap bertentangan dengan pendapatnya, maka wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan yang luas adalah mutlak harus dimiliki seorang santri guna menciptakan Indonesia yang kuat kedepannya. Mereka harus mempunyai kapasitas keilmuan yang kuat dan punya kapasitas moral yang tak tergoyahkan dalam menghadapi tantangan global yang begitu kuat.

Sebelum tauziah dimulai, terlebih dahulu diserahkan trofi pemenang lomba dalam rangka Hari Santri Nasional, diantaranya lomba baca Al-Quran, lomba pujian sebelum sholat, lomba seni bela diri pencak silat, lomba senam santri dan lain-lain. (Pri/Pro)

Pos Terbaru