Categories: Berita
Published April 10, 2018

Sekitar 271 Kades/Kepala Kelurahan dan 19 Camat Forkopimda serta pengurus ASN (Aparatur Sipil Negara) TNI, POLRI se wilayah Kabupaten Tulungagung. Senin, 09/04/2018 siang mengikuti acara Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018 di CROWN VICTORIA HOTEL.

Peserta antusias mengikuti kegiatan  yang digelar di Hotel Crown Victoria. Hal ini karena kegiatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dilaksanakan bersama ASN (Aparatur Sipil Negara) TNI, POLRI, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutan ketua KPU Tulungagung Suprihno M.Pd mengatakan pelaksanaan Pilkada tinggal 2 bulan lagi, total semua sekitar kurang 3 bulan lagi. Tahapan Pilkada Kabupaten Tulungagung dimulai dengan penandatanganan MPHD pada tanggal 31 juli 2017, rekrutmen anggota, penyerahan dokumen perseorangan penyusunan DPT pendaftaran bakal calon 8-10 Februari 2018, 12 Februari penetapan pasangan calon, 13 Februari pengundian nomor urut, kampanye diadakan tanggal 15 Februari s.d 23 Juni 2018, 24-26 Juni 2018, masa tenang 28-4 Juli 2018 rekapitulasi penetapan.

Menurut AKBP Tofik Suhendar, S.IK (Kapolres Tulungagung) peran Polri dalam mewujudkan Pilkada tertib aman dan damai, situasi kamtibmas saat ini bahwa hanya satu pasangan calon yang mengirimkan jadwal kampanye, pemasangan alat peraga kampanye ada yang menggagu pengguna jalan. Dalam rangka menciptakan kamtibmas Kabupaten Tulungagung dalam rangka menghadapi Pilkada 2018, melakukan operasi cipta kondisi bekerjasama dengan Gakumdu Kabupaten Tulungagung dan seluruh masyarakat. untuk mengatasi potensi kerawanan Polres Tulungagung sudah melakukan pemetaan berdasarkan wilayah, sehingga wilayah Kabupaten Tulungagung tergolong masih aman dan kondusif.

Letkol Inf Wildan Bhaktiar, S.Ip (Dandim 0807 / Tulungagung) mengatakan bahwa TNI turut serta menyukseskan Pilkada serentak 2018. Implementasi dari netralitas TNI dalam Pemilukada serentak itu adalah tidak memihak dan memberikan dukungan kepada salah satu kontestan Pemilu atau Pilkada, menjaga ucapan dan tindakan untuk tidak menghimbau atau mengarahkan pihak lain agar memilih salah satu bakal calon peserta Pilkada tahun 2018, dilarang menggunakan simbol atau atribut partai atau bakal calon serta Pilkada dilarang memposting foto calon peserta Pilkada baik dengan komentar maupun live di media sosial yang sudah mengarah pada kegiatan berpolitik praktis dan dapat dipersepsikan sebagai tindakan keberpihakan serta konflik kepentingan.

Menurut Bapak Dr. H. Jarianto, M.Si (PJS) Bupati Kabupaten Tulungagung mengatakan bahwa terkait Pilkada 2018 ditargetkan 80% masyarakat Kabupaten Tulungagung yang datang di TPS, memimpin itu tugasnya hanya 2 yaitu pelayanan dan mensejahterakan masyarakat. Politik itu kepentingan, bagaimana netralitas sebagai aparatur sipil Negara.

Sementara itu pendapat dari pelapor bahwa sosialisasi terhadap pemilihan Bupati atau Wakil Tulungagung 2018 bersama ASN dan pejabat Kepala Desa yang bertujuan agar ASN dan Kades lebih mengerti dan mengetahui posisi dalam pelaksanaan Pilkada, agar tidak terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh ASN maupun Kades. (Pn/ OL/ Humas).

Pos Terbaru