
Pemerintah Kabupaten Tulungagung melaksanakan Upacara Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, bertempat di GOR Lembupeteng Tulungagung, dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tulungagung tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneguhkan semangat kebangsaan, tetapi juga diisi dengan pemberian penghargaan atas pengabdian aparatur negara, pelayanan administrasi kependudukan bagi generasi muda, serta pemberian tali asih kepada para veteran.
Dalam upacara tersebut,H. Ahmad Baharudin, S.M. selaku Plt. Bupati Tulungagung bertindak sebagai Inspektur Upacara. Cadangan Inspektur Upacara adalah Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., Dandim 0807 Tulungagung.

Sementara Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Taufik, Pasipers Kodim 0807 Tulungagung, dengan cadangan Kapten Inf Budi, Pasiops Kodim 0807 Tulungagung. Adapun Komandan Upacara adalah Kapten Inf Sugeng Supriyanto, Danramil Boyolangu, dengan cadangan Kapten Arh Mujiono, Danramil Tulungagung.
Untuk mendukung keamanan dan ketertiban pelaksanaan upacara, Drs. Hartono, A.P., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung, bertugas sebagai Perwira Keamanan.
Pembacaan Naskah Proklamasi dilakukan oleh Marsono, S.Sos., Ketua DPRD Tulungagung. Sementara Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Filippo Royan Abriera, S.Tr.IP, ASN pada Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Rangkaian upacara dipandu oleh Ezahty Intan Marta Sari, S.Tr.IP sebagai pembawa acara dan Ria Risqa Choiria, S.Pd. sebagai prolog.
Upacara pengibaran Sang Merah Putih akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pelajar hingga Pramuka. Komposisi peserta terdiri atas 75 personel Kodim 0807 tanpa senjata, 75 personel Polres tanpa senjata, 75 personel Yonif TP 886 Panjalu bersenjata, 75 personel Polres bersenjata, 25 personel ASN, 25 personel SENKOM, 25 personel BANSER, 25 personel PPI nonpelajar, 50 personel PPI SMA/SMK, serta 50 personel Pramuka.
Pelaksanaan upacara juga didukung oleh Korsik Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan konduktor Ferry Kristanto, Paskibraka Kabupaten Tulungagung sebagai kelompok pengibar Bendera Pusaka, Tim Paduan Suara Kabupaten Tulungagung, Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung sebagai pembaca doa, Dinas Kesehatan untuk urusan kesehatan, serta tim keamanan gabungan dari Polres, Kodim dan Satpol PP Kabupaten Tulungagung.
Undangan berasal dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI-Polri, kejaksaan, pengadilan, perangkat daerah, veteran, organisasi wanita, tokoh agama dan masyarakat, perguruan tinggi, instansi vertikal, organisasi pemuda dan organisasi kemasyarakatan.
Rangkaian acara pokok diawali dengan penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara. Selanjutnya dilaksanakan prosesi pengibaran Sang Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh Paskibraka Kabupaten Tulungagung.
Setelah Sang Merah Putih berkibar di puncak tiang, rangkaian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih, mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara, pembacaan Pancasila oleh Inspektur Upacara yang diikuti seluruh peserta, serta pengucapan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Acara pokok kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Tulungagung, pembacaan doa, lagu Andhika Bhayangkari, laporan Komandan Upacara, dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara.
Sebagai bagian dari acara tambahan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan menyerahkan Satyalancana Karya Satya (SLKS) kepada tiga aparatur sipil negara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian sesuai masa baktinya.
Ketiga penerima tersebut adalah:
1. Agus Suswantoro, S.Sos., M.Si.— Satyalancana Karya Satya Masa Bakti XXX Tahun.
2. Sony Welli Ahmadi, S.STP., M.M. — Satyalancana Karya Satya Masa Bakti XX Tahun.
3. Uun Sancahya Hendrayana Sukma, S.H., M.Hum.— Satyalancana Karya Satya Masa Bakti X Tahun.
Penyerahan penghargaan berlangsung setelah upacara pokok, dengan Bupati Tulungagung didampingi Forkopimda Tulungagung menyerahkan penghargaan kepada para penerima.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga diisi dengan pelayanan administrasi kependudukan bagi anak-anak yang lahir pada tanggal 17 Agustus sebagai penerima dokumen kependudukan, terdiri atas 6 penerima KTP elektronik dan 4 penerima KIA.
Penerima KTP elektronik:
1. Chayyara Noer Qasama Lubna — Dusun Krajan RT 003 RW 001, Desa Bangoan.
2. Devicko Cahyo Seventino— Dusun Mulyosari RT 004 RW 001, Desa Bulusari.
3. Ahmad Iqbal Mardika— Dusun Karangrejo RT 002 RW 006, Desa Karangrejo.
4. Vinza Balqis Seventeen Ataya Zahra— Dusun Cluwok RT 003 RW 006, Desa Bono.
5. Prasetio — Jl. Dr. Sutomo VII No. 93 RT 004 RW 004, Kelurahan Karangwaru.
6. Agisva Censa Aristha — Dusun Dawung RT 001 RW 011, Desa Pinggirsari.
Penerima KIA:
1. Sherly Falisha Gavita Putri — Dusun Ketanon RT 005 RW 003, Desa Ketanon.
2. Ericko Cahya Saputra — Dusun Ringinsari RT 004 RW 003, Desa Ringinpitu.
3. Mohamad Dirga Mahendra — Dusun Tawangsari RT 001 RW 003, Desa Tawangsari.
4. Muhammad Imanu Raffasya Elsandro — Dusun Serut RT 001 RW 008, Desa Tapan.
Penyerahan KTP elektronik dan KIA dilakukan oleh Bupati Tulungagung didampingi Forkopimda Tulungagung dan Kepala Dispendukcapil Tulungagung. Data penerima dalam lampiran mencantumkan nama, alamat, serta jenis dokumen yang diterima.
Penyerahan penghargaan simbolis motor roda 3 sebagai apresiasi kepada KTH Sumber Lestari Desa Samar Pagerwojo dalam penghargaan Wana Lestari Terbaik I Nasional.
Sebagai wujud penghormatan dan kepedulian kepada para pejuang yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara, acara tambahan juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada 20 veteran Tulungagung secara simbolis diwakili 10 orang veteran.
Penyerahan tali asih dilakukan oleh Plt. Bupati Tulungagung didampingi Forkopimda Tulungagung. Agenda tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan kemerdekaan karena menghubungkan semangat perjuangan generasi terdahulu dengan tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Lembupeteng tidak berhenti pada seremoni pengibaran bendera. Melalui pemberian Satyalancana Karya Satya, pemerintah memberikan penghargaan terhadap pengabdian aparatur negara; melalui KTP elektronik dan KIA, pemerintah menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan bagi generasi muda; sedangkan melalui tali asih kepada veteran, pemerintah memberikan penghormatan kepada para pejuang.
Ketiga agenda tersebut melengkapi acara pokok pengibaran Sang Merah Putih dan menjadi refleksi bahwa kemerdekaan perlu terus diisi melalui pengabdian, pelayanan kepada masyarakat, serta penghormatan terhadap jasa para pendahulu. Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tulungagung diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, serta meneguhkan semangat bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. (PROKOPIM TULUNGAGUNG)
