Categories: Berita
Published September 5, 2022

Wakil Bupati Tulungagung Gatut Suno Wibowo, S.E, mengikuti acara Vidcon FGD Program ACS (Aksi Cegah Stunting) Mandiri dari Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Senin (5/09/2022).

Dalam acara ini Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas KB PPA, Plt. Kepala Bappeda, Perwakilan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Pengurus PKK Kabupaten Tulungagung dan Desa Macanbang, serta kepala perangkat daerah terkait.

Acara ini digelar sebagai tindak lanjut dari pemilihan Kabupaten Tulungagung sebagai satu dari 14 kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi fokus Gerakan Cegah Stunting oleh Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG), Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Adapun upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tulungagung yang dijelaskan oleh Wabup Gatut Sunu pada pemaparannya di sesi FGD tersebut ialah menerbitkan beberapa kebijakan/regulasi terkait pencegahan dan penanganan stunting selain itu alokasi anggaran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.  “Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam penurunan stunting dapat terlihat pula dari alokasi anggaran yang meningkat dari tahun ke tahun baik bersumber dari APBD maupun APBN dengan proporsi anggaran 9,80% dari APBD Tahun Anggaran 2021 dan 13,07% dari APBD Tahun Anggaran 2022.”, Ujar Wabup.

Berikutinya Wabup Gatut menuturkan, dalam rangka pemfokusan intervensi, setiap tahun telah ditetapkan lokus penanganan Stunting dimana untuk tahun 2021 sebanyak 10 desa, tahun 2022 meningkat menjadi 13 desa dan tahun 2023 direncanakan 20 Desa. Selanjutnya, untuk memastikan intervensi tersebut terlaksana dengan efektif dan tepat sasaran, telah dilaksanakan monitoring terpadu terhadap desa/kelurahan lokus.

Selain itu, percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tulungagung melalui RSUD dr. Iskak yaitu membuka pelayanan pasien stunting setiap hari, serta menerima dan menangani pasien rujukan stunting dari puskesmas. (PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Pos Terbaru