
TULUNGAGUNG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-821 Kabupaten Tulungagung serta semangat melestarikan warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Festival Olahraga Tradisional Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (30/10/2026) di halaman GOR Lembupeteng, Tulungagung.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Acara ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung H. Tri Hariadi, M.Si., serta para kepala perangkat daerah.
Festival ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan, mengembangkan, sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat sportivitas di lingkungan pemerintahan dan instansi vertikal di Kabupaten Tulungagung.
Berbagai perlombaan olahraga tradisional turut memeriahkan kegiatan tersebut. Cabang yang dipertandingkan meliputi Egrang Putra, Terompah Panjang Putra dan Putri, serta Gobak Sodor Putri. Para peserta berasal dari perangkat daerah dan instansi vertikal di Kabupaten Tulungagung yang berkompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Melalui permainan tradisional yang sarat nilai edukasi dan budaya tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menunjukkan kemampuan fisik, ketangkasan, keseimbangan, serta kekompakan tim, tetapi juga diajak menghidupkan kembali permainan rakyat yang mulai jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Festival Olahraga Tradisional Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus menjaga eksistensi olahraga tradisional agar tetap dikenal dan diminati oleh generasi mendatang. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga serta membangun semangat kebersamaan melalui aktivitas yang sehat, menyenangkan, dan bernilai budaya.
Dengan terselenggaranya festival ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung turut mendorong agar olahraga tradisional tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan.
