Dalam rangka monitoring pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) kamis (9/9/21) di wilayah Kabupaten Tulungagung, Bupati Maryoto Birowo bersama Forkopimda meninjau secara langsung di sejumlah lembaga sekolah.
Bupati Maryoto Birowo yang hadir bersama unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres Tulungagung, Dandim 0807, Kajari, Sekretaris Daerah, dan OPD terkait meninjau pelaksanaan PTMT dari SDN 1 Kampungdalem, SMPN 1 Tulungagung, SMAN 1 Boyolangu, MTSN 1 Tulungagung, SDN 1 Boyolangu dan SMPN 2 Campurdarat, SDN 1 Campurdarat, pada Rabu (8/9/2021).
Peninjauan tersebut untuk mengetahui sejauh mana nantinya persiapan pihak sekolah untuk mengikuti pembelajaran siswa di saat Pandemi Covid-19.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas akan mulai berlangsung Kamis (9/9/2021).
Selama ini para siswa tidak dapat melaksanakan belajar tatap muka karena situasi Pandemi Covid-19, sehingga pembelajarannya hanya melalui daring.
“Mengingat saat ini Kabupaten Tulungagung sudah masuk PPKM Level 3, dan sesuai ketentuan Inmendagri No 39 Tahun 2021 untuk pembelajaran tatap muka sudah boleh terlaksana dengan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Bupati.
Saat kegiatan Monitoring, rombongan meninjau tiap ruang kelas untuk memantau para siswa saat akan memasuki ke lokasi sekolah. Para guru melakukan cek suhu badan kepada para siswa serta mendampingi para siswa memakai masker dan hansdsanitizer.
“Persiapannya sudah bagus, untuk guru sudah mendapatkan vaksin semua, kemudian untuk para siswa juga sudah mulai mendapatkan vaksinasi. Sedangkan fasilitas kelas seperti meja sudah tertata, penyekat juga sudah terpasang di meja”, ucap Bupati
Berikutnya saat monitoring PTMT, Bupati menghimbau untuk tetap mengikuti aturan Prokes yakni tetap menerapkan 5 M.
“Saya berharap Prokes harus benar-benar dijalankan, sistem pembelajaran harus ditaati sesuai tehnik yang sudah disampaikan,” harap Bupati.
Selanjutnya, bagi siswa selain 5 M untuk sementara tidak boleh berjabat tangan ataupun ke kantin. Hal ini mengingat kondisi pandemi agar jangan sampai ada kerumunan dan kalau bisa siswa membawa bekal dari rumah.
(Nug/ Prokopim).


