Bupati Tulung agung Drs. Maryoto Birowo,MM., bersama Kapolresta Tulungagung dan Dandim 0807 memimpin Apel gelar pasukan operasi ketupat Semeru 2022, wujud sinergi Polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idul Fitri 1443 Hijriyah di halaman Pemkab Tulungagung, Jumat (22/4/2022).
Pemerintah telah menetapkan libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 1443 H pada tanggal 2 dan 3 Mei, serta menetapkan cuti bersama pada tanggal 29 April dan tanggal 4 sampai 6 Mei 2022. Berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakan dengan berkumpul bersama keluarga termasuk kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Dalam kesempatannya tersebut , Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, menyampaikan amanat dari Kapolri, Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si, bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2022 dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April sampai 9 Mei 2022 fokus pengamanan Masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan , terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.
“Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 H, dari aspek personil ataupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur terkait pada saat dan pasca Idul Fitri 1423 H tahun 2022 harus diantisipasi, dengan cara bergandengan tangan dan bersinergi ke seluruh stake holder agar masyarakat khususnya umat muslim dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat,” kata Kapolres saat membacakan amanat Kapolri.
Pelaksaan Operasi Ketupat 2022 di wilayah Tulungagung melibatkan 509 personel pengamanan gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan Instansi lainnya.
Situasi Pandemi Covid 19 saat ini sudah terkendali, dimana tingkat penularan berada dibawah 1, dengan positify rate dan BOR rumah sakit berada dibawah standart WHO namun masyakat harus tetap waspada karena pandemi belum sepenuhnya selesai. (Din-prokopim)

