+62 (355) 321201 tulungagung.prokopim@gmail.com
Berita

Batik Tulungagung Jadi Sorotan di Jatim Fest dan EJIF 2026, Plt. Bupati Tegaskan Kesiapan Gaet Investasi

02 Oktober 2026 humasta

SURABAYA β€” Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin sarimbit, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung Drs Tri Hariadi M.Si menghadiri pembukaan pameran Jatim Fest 2026 dan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Grand City Ballroom Lt. 4, Surabaya, Jumat (2/10/2026). Perhelatan akbar tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ph.D., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.

Acara ini terasa kian istimewa bagi Kabupaten Tulungagung. Pasalnya, momentum pembukaan yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober tersebut menempatkan kreasi Batik Tulungagung sebagai tema utama perayaan batik tingkat Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., dalam laporan panitianya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran kepala daerah, khususnya Kabupaten Tulungagung.

Tahun ini, Yayasan Batik Indonesia untuk kali pertama menggelar perayaan Hari Batik Nasional di luar Jakarta dan secara khusus memilih Provinsi Jawa Timur dengan mengusung tema kreasi Batik Tulungagung, melanjutkan tradisi setelah tahun sebelumnya mengangkat batik Tuban.

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya perayaan Hari Batik oleh Yayasan Batik Indonesia keluar dari Jakarta dan memilih Jawa Timur. Tema kali ini mengangkat aneka batik Jawa Timur dengan kreasi utama dari Batik Tulungagung. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Bupati Tulungagung,” ujar Adhy disambut tepuk tangan para hadirin.

Selain peringatan Hari Batik, forum ini juga dirangkai dengan peluncuran resmi logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang puncak peringatannya jatuh pada 12 Oktober 2026 mendatang.

Dalam laporannya, Adhy memaparkan bahwa gelaran Jatim Fest 2026 berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya mulai 30 September hingga 4 Oktober 2026. Acara ini memadukan promosi potensi daerah, inovasi, temu bisnis, hiburan rakyat, hingga “Pojok Keuangan Rakyat” yang diinisiasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memperkuat literasi dan inklusi keuangan.

Hingga hari ketiga pelaksanaan, transaksi Jatim Fest telah membukukan angka Rp 7,1 miliar dari target total Rp 20 miliar.

Sementara itu, penyelenggaraan EJIF ke-3 tahun 2026 mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine Through Strategic and Sustainable Investment”. Forum ini menawarkan 28 Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total potensi nilai investasi mencapai Rp 73,77 triliun.

“Berbeda dari sekadar komitmen, per siang ini pukul 11.00 WIB, sudah ditandatangani 11 MoU proyek senilai Rp 2,4 triliun yang telah berstatus kontrak konkret untuk langsung direalisasikan. Kami harapkan angka ini terus bertambah,” terang Adhy.

Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membedah peta kekuatan ekonomi Jawa Timur yang kini menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian nasional. Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai kisaran Rp 930 triliun per triwulan atau sekitar Rp 3.700 triliun per tahun, stabilitas Jawa Timur didukung oleh ketahanan UMKM yang luar biasaβ€”tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) KUR Jawa Timur yang terjaga rendah di angka 1,9 persen.

Emil menggarisbawahi bahwa struktur ekonomi Jawa Timur kini ditopang oleh sektor industri manufaktur sebesar 31,11 persen, sektor perdagangan sebesar 18,22 persen (menyerap 4,5 juta tenaga kerja), serta pertanian sebesar 11 persen lebih yang menyerap 7,77 juta tenaga kerja primer.

“Manufaktur adalah survival bagi Jawa Timur untuk menyediakan lapangan kerja bagi 42 juta penduduk kita. Namun, manufaktur ini harus beriringan dengan hilirisasi agro. Petani tidak boleh hanya berhenti di tanam dan panen, melainkan harus ada nilai tambah (value added), baik penggilingan padi, pengolahan tebu menjadi bioetanol, maupun turunan getah pinus menjadi produk kimia industri,” tegas Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa Jawa Timur kini memosisikan diri sebagai manufacturing import gateway. Nilai impor Jawa Timur yang mencapai 19,52 miliar dolar AS mayoritas didominasi oleh bahan baku dan mesin penolong industri (seperti besi, baja, plastik, dan bahan baku perhiasan) untuk diolah kembali di pabrik-pabrik lokal sebelum diekspor atau didistribusikan ke pasar domestik. Salah satu komoditas ekspor andalan yang melonjak pesat adalah tembaga seiring beroperasinya fasilitas smelter terintegrasi di Jawa Timur.

Merespons arahan Wagub dan peluang yang terbuka di EJIF 2026, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan komitmennya untuk terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan ekonomi provinsi.

Pembukaan Jatim Fest dan EJIF 2026 ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur, perwakilan konsul jenderal negara sahabat (antara lain Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Thailand), pimpinan instansi vertikal seperti Bank Indonesia, OJK, BPS, Dirjen Perbendaharaan, BPN, perwakilan bupati/wali kota se-Jawa Timur, serta ratusan pelaku usaha dan calon investor internasional.(tok/PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Berita Lainnya

Berita
15 Jan 2026

Pisah Sambut Kapolres Tulungagung

Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menghadiri acara Pisah Sambut Kapolres Tulungagung yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, Rabu malam (14/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan […]

Baca Selengkapnya
error: Content is protected !!