Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M Sabtu, 19/09/2020, Pkl. 08.00 WIB menghadiri acara pembukaan Sosialisasi Kampung Siaga Bencana (KSB) yang digelar oleh Kementrian Sosial RI di Balai Desa Kalibatur Kalidawir Kecamatan Kalidawir.
Pada acara yang diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai desa rawan bencana yang ada di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung ini, Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, serta Kepala OPD Terkait Lingkup Pemkab Tulungagung.
Dalam laporannya ketua panitia acara kegiatan, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Ir. Mohammad Anas, M.M mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini adalah kegiatan yang dilaksanakan kedua kalinya di Kabupaten Tulungagung yang sebelumnya juga diadakan KSB tepatnya di wilayah Kecamatan Sendang.
Selanjutnya Mohammad Anas juga mengatakan bahwa kegiatan ini salah satu tujuannya adalah untuk menginisiasi terbentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) dan untuk selanjutnya tergantung dari masyarakat. Ketua panitia ini juga berharap agar partisipasi dari semua pihak terkait untuk memberdayakan KSB yang telah terbentuk tetap dilakukan sehingga nantinya bila ada bencana yang datang maka masyarakat akan benar-benar siap menghadapinya.
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa merujuk kondisi wilayah baik dari tinjauan geografis dan topografis tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Tulungagung tergolong sangat tinggi. Sebelah selatan di dasar samudra Indonesia merupakan jalur patahan lempeng Indo Australia dan lempeng Eurusia, yang pergerakkanya bisa menyebabkan gempa tektonik yang dapat menimbulkan kerusakan. Dilihat dari penampang bentangan alamnya yang seperti kaldera, juga merupakan kerawanan yang harus di antisipasi. “pada daerah rawan bencana perlu ada komponen masyarakat yang terlatih dan paham tentang hal-hal teknis penanggulangan bencana serta kemampuan non-teknis dengan prosedur tetap yang diakui secara universal hal ini perlu dilakukan karena dalam konteks kebencanaan pada hakikatnya tidak ada 2 bencana yang sama, metode teoristis membutuhkan modifikasi aplikatif menyesuaikan kearifan lokal di masyarakat“. Kata Bupati.
Bupati juga mengatakan kapasitas masyarakat di Kabupaten Tulungagung dalam penanggulangan bencana telah di persiapan dengan cukup baik. Berbagai stakeholder pemerintah, swasta dan masyarakat telah menjalin sinergi dan kerjasama yang erat sesuai peran dan fungsinya masing-masing. kondusifitas ini terus di jaga dan di pelihara, agar kewaspadaan dan kesiap kesiagaan semua komponen terus berada pada level tinggi, dalam rangka pengurangan resiko bencana di wilayah Kabupaten Tulungagung. “Program dari Kementrian Sosial, kampung siaga bencana ini menjadi strategis bagi kami, mengingat dengan adanya dukungan logistik dan peralatan di dekat tempat rawan bencana dan komponen penanggulangan bencana yang terlatih dari unsur masyrakat setempat maka detik pertama setelah kejadian bencana dapat dilakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda oleh masyarakat sendiri. Hal ini akan terpengaruh signifikan untuk mengurangi jatuhnya korban dan kerugian material sehingga prinsip penanggulangan bencana yaitu tepat sasaran, tepat bantuan dan cepat tindakan dan cepat pemulihan dapat tercapai dengan baik”. Lanjut Bupati.
Dalam acara yang juga dihadiri Anggota Komisi 8 DPR RI Nurhadi, S.Pd ini diisi dengan Pengukuhan Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M menjadi Pembina TAGANA Kabupaten Tulungagung oleh direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI dengan ditandai penyematan Matris dan Topi Tagana oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI M. Safii Nasution, A.ks MP kepada Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M. (Nug/Pro)

