Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Jawa Timur hadiri Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di gedung tri darma, Sabtu malam (11/2/17). Perayaan Tahun Baru Imlek ditandai dengan peragaan barongsai. Dalam sambutan Bupati Syahri Mulyo, SE. M.Si mengatakan, acara ini digelar benar-benar wujudnya dari keberagaman di Tulungagung  yang harus dimaknai sebagai realitas sosial yang mesti disikapi dengan bijak, yaitu dengan saling menghargai dan menghormati.
Perayaan tahun baru Imlek bukan hanya milik umat Konghucu dan masarakat Tionghoa saja,tetapi telah menjadi milik seluruh masyarakat di Indonesia. semarak atraksi barongsai, temaram beraneka lampion,dan beragam aksesori budaya tionghoa, telah menghiasi perayaan Imlek di berbagai daerah. Ini menunjukkan, bahwa bangsa kita yaitu bangsa Indonesia, benar – benar menjunjung tinggi nilai – nilai kebersamaan, meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi.
“Kita juga harus menyadari,bahwa perbedaan bukanlah kendala,bukanlah rintangan untuk dapat hidup rukun. Perbedaan bukan untuk diprtentangkan, karena perbedaan akan sekalu ada di dalam realitas kehidupan. Sejak berabad – abad yang silam, kita dapat hidup rukun dan bersatu”, Ujar Bupati Syahri.
Sementara itu, Ketua Panitia Malam Perayaan Imlek 2568, sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut karena hal itu menunjukkan bahwa keberagaman yang ada di Tulungagung  menghasilkan masyarakat yang harmonis.’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan para undangan lain yang hadiri pada perayaan malam Imlek ini. Acara ini sangat bagus untuk memupuk rasa saling memahami dan menghormati. (din/humas)
