Categories: Berita
Published Juni 5, 2026

Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. menghadiri Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Jumat 5 Juni 2026.

Kegiatan dipusatkan di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009, Kecamatan Tulungagung, sebagai wujud sinergi Pemkab Tulungagung dengan seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt Bupati menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Ia menegaskan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“Ini panggilan mendesak bagi seluruh bangsa untuk merespons tantangan interkonektif yang mengancam bumi: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Krisis sistemik ini memerlukan percepatan kerja bersama dan aksi nyata yang masif,” ujar Ahmad Baharudin.

Tahun 2026, dunia mengusung tema global “Inspired by Nature For Climate, For Our Future” dengan kampanye #NowForClimate. Tema ini mendorong aksi iklim berbasis alam, partisipasi publik inklusif, dan inovasi teknologi hijau.

Adapun Pemerintah Indonesia mengangkat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Menurut Plt Bupati, tema ini dirancang untuk mentransformasikan paradigma masyarakat. “Komunikasi publik tidak lagi sebatas membangun awareness dan consciousness, melainkan harus menjadi aksi nyata yang berdampak langsung,” tegasnya.

Untuk mendorong perubahan perilaku, pemerintah menginternalisasi nilai pelestarian lingkungan melalui Gerakan ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. “Melalui Gerakan Indonesia ASRI, nilai ekologis tidak lagi jadi narasi makro yang abstrak, tapi menjadi gaya hidup baru yang melekat pada setiap individu,” kata dia.

Ahmad Baharudin menekankan, keberhasilan “Saatnya Bekerja Untuk Iklim” diukur dari kemampuannya menyentuh lingkungan terkecil. “Perubahan besar global selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Mulai dari keluarga, RT, hingga komunitas lokal,” ujarnya.

Deklarasi di Kepatihan ini bertujuan memperkuat pengendalian perubahan iklim lewat kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, dan penerapan solusi hijau berkelanjutan. “Mari terus menjaga keseimbangan alam dan manusia agar terwujud penurunan emisi gas rumah kaca dengan mengedepankan inovasi dan prinsip keadilan,” pungkasnya.

Hadir dalam acara
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Kemen LHK Rudhi Haristrianto, M.Si
PLT Ka Dlh , PLT Ka Diskominfo , Disbudpar , Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Camat se-Kabupaten Tulungagung, Kepala Kantor Kemenag Tulungagung,Ketua Baznas Tulungagung , Lurah Kepatihan, Ketua Forum Komunitas Hijau Kabupaten dan undangan terkait. (PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Pos Terbaru