Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Tulungagung ke-27 tahun 2016. Rabu pagi (25/05/2016) secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setda Tulungagung, Ir. Endang Sri Utami, M.T, di aula Kantor NU PC Tulungagung desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu.
Hadir pada acara tersebut, kepala SKPD terkait dan tamu undangan. Sedangkan pelaksaan MTQ selama 2 hari, mulai 25-26 Mei 2016.
Ketua panitia H. Muhaji mengatakan, MTQ merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali, diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tulungagung. Tujuannya, untuk menyeleksi calon kafilah MTQ Kabupaten Tulungagung, untuk diikutkan pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur.
Lebih lanjut Muhaji menjelaskan, MTQ Kab. Tulungagung ke-27 tahun 2016 untuk menumbuhkembangkan pengamalan dan pemahaman Al-Qur’an di masyarakat, guna mempersiapkan generasi penerus yang memiliki keimanan, ketaqwaan, moral, dan etika yang tangguh sebagai modal dasar pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Muhaji menjelaskan, MTQ Kab. Tulungagung ke-27 tahun 2016 diikuti 219 peserta, yang terdiri dari 141 putra dan 78 Putri. Adapun jumlah dewan hakim pada MTQ berjumlah 50 orang, yang terdiri dari unsur Ulama, Dosen, Tokoh Masyarakat dan LPTQ Kab. Tulungagung.
Tema yang diambil dalam kegiatan MTQ tahun ini adalah “Dengan MTQ kita mantapkan peran dan fungsi Al-Qur’an sebagai pedoman untuk mewujudkan mayarakat kabupaten Tulungagung yang ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto“.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Endang Sri Utami mengatakan, MTQ tingkat Kabupaten ini adalah forum silaturahmi antar kaum muslimin dalam menumbuhkan kecintaan umat muslim kepada Al-Quraan, melalui kegiatan yang memadukan seni, ilmu, dan agama.
Penyelenggaraan MTQ sebagai sarana pengembangan seni telah menunjukan hasilnya, sedangkan sebagai sarana pengembangan ilmu dan agama belum menunjukan dampak yang luas dalam masyarakat kita. Kenyataan ini memberikan isyarat bahwa masih belum banyak orang yang mengamalkan Al-Quraan dan masih banyak nilai-nilai luhur Al-Quraan yang harus digali.
Selanjutnya Endang mengajak kepada seluruh yang hadir untuk menjadikan kegiatan MTQ ini sebagai bagian dari upaya untuk memperbaharui niat. Yaitu niat menyelenggarakan MTQ Tingkat Kabupaten ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Adapun cabang yang dilombakan dalam MTQ Tingkat Kabupaten ke 27 tahun ini adalah: Tilawah, Tahfidz, Musabaqoh Fahmil Qur’an, (MFQ), Musabaqoh Sarhil Qur’an (MSQ), Musabaqoh Khottil Qur’an (MKQ) dan Musabaqoh Makalah Ilmiah Al Quran (M2IQ). (nug/humas)
