+62 (355) 321201 tulungagung.prokopim@gmail.com
Berita

Malam Tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Momentum Refleksi dan Memperkuat Persatuan di Tulungagung

18 Agustus 2026 humasta

Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Minggu malam (16/8/2026), dalam acara Malam Tirakatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap malam menjelang 17 Agustus tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Veteran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Tulungagung.
Malam tirakatan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang dan merefleksikan kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Rangkaian kegiatan diisi dengan Pemotongan Tumpeng dan doa bersama lintas agama. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kedamaian, kerukunan, serta kemajuan bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak lepas dari pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.
“Kemerdekaan diraih dengan darah dan air mata. Tugas kita saat ini bukan lagi memanggul senjata, melainkan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, menjaga kerukunan dan toleransi, serta terus berinovasi demi kemajuan Tulungagung,” tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong. Perbedaan suku, agama, latar belakang maupun organisasi, menurutnya, harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Dengan persatuan, kerukunan dan semangat gotong royong, kita dapat bersama-sama mewujudkan Tulungagung yang semakin maju, aman, damai dan sejahtera,” tambahnya.


Suasana semakin khidmat dengan prosesi pemotongan tumpeng yang diberikan kepada sejumlah tokoh, termasuk para purnawirawan TNI/Polri dan tokoh masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pejuang dan seluruh elemen masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.


Malam tirakatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Tulungagung untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui pengabdian, persatuan, toleransi dan karya nyata demi kemajuan daerah serta Indonesia.
(Pri/Kho/PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Berita Lainnya

error: Content is protected !!