+62 (355) 321201 tulungagung.prokopim@gmail.com
Berita

Pameran Museum Daerah 2026 Dibuka, Pemkab Tulungagung Dorong Generasi Muda Kenali Jejak Sejarah dan Budaya

22 September 2026 humasta

Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali mendorong penguatan literasi sejarah dan budaya melalui penyelenggaraan Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.


Pameran yang mengusung tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya” tersebut resmi dibuka oleh Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di halaman Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (22/9/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi.MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra, S.STP., sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Tulungagung, Camat Boyolangu, perwakilan museum dan lembaga kebudayaan, komunitas budaya, peserta pameran, serta para pelajar.
Pembukaan pameran diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan Tari Jejer Jaran Dhawuk, doa, serta laporan panitia. Setelah sambutan Plt. Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para partisipan, foto bersama, dan peninjauan langsung sejumlah stan pameran.


Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra mengatakan, pameran tersebut merupakan bagian dari program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dana alokasi khusus nonfisik berupa Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya Tahun 2026 dari Kementerian Kebudayaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Menurutnya, pameran tidak hanya ditujukan sebagai ruang untuk menampilkan koleksi museum. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi, promosi, komunikasi, sekaligus upaya meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.
“Pameran ini menjadi media promosi, edukasi, dan komunikasi museum serta memperkenalkan keberagaman seni dan budaya Indonesia beserta nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas yang terkandung di dalamnya,” kata Ardian.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya.


Selain itu, pameran menjadi ruang bagi museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas untuk memperkenalkan koleksi serta kekayaan budaya masing-masing sekaligus memperkuat jejaring dan kerja sama dalam upaya pelestarian budaya.
Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026 berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas, baik dari Tulungagung maupun dari luar daerah.


Dari luar Kabupaten Tulungagung, partisipan antara lain Kedaton Wayang Sukoharjo, UPTD Museum Kota Surabaya, Museum FID Universitas Airlangga Surabaya, serta Museum Anjladang Kabupaten Nganjuk.
Sementara dari Tulungagung, pameran diikuti Komunitas Asta Gayatri, Museum Gua Tenggar, Situs Jengglungan Desa Pulo Tondo, Dodok Sadjiwo Jati, serta Komunitas Aji Nyawiji.


Beragam koleksi dan ekspresi budaya yang ditampilkan diharapkan dapat membuka perspektif masyarakat mengenai museum sebagai ruang pembelajaran yang hidup. Koleksi tidak hanya dipandang sebagai benda masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan mengenai perjalanan sejarah, identitas, kreativitas, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat.
Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengatakan, museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap koleksi museum memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat untuk memahami perjalanan kehidupan dan perkembangan identitas suatu daerah.
“Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah, identitas masyarakat, serta kemampuan dan kreativitas pada masanya,” ujar Ahmad Baharudin.


Ia berharap keberadaan pameran tersebut dapat memberikan ruang belajar yang lebih menarik bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Kabupaten Tulungagung. Pemkab Tulungagung, kata dia, juga akan mendorong agar anak-anak dan pelajar memiliki kesempatan lebih luas untuk mengunjungi Museum Daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran sejarah dan budaya.


Ahmad Baharudin juga menyinggung potensi sejarah Tulungagung yang memiliki sejumlah peninggalan penting, termasuk temuan Wajakensis, yang menurutnya dapat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkenalkan sejarah Tulungagung kepada masyarakat luas.


Karena itu, ia meminta agar pengembangan Museum Daerah ke depan tidak berhenti pada fungsi penyimpanan dan pemeliharaan koleksi, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi sejarah dan budaya.
“Kita perlu menyiapkan museum ini sesuai dengan kebutuhan, sehingga benar-benar dapat menjadi tempat untuk berwisata sekaligus menggali sejarah dan budaya, serta dapat kita kenalkan kepada wisatawan secara nasional,” katanya.
Ia berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat posisi Museum Daerah sebagai ruang edukasi sekaligus salah satu destinasi yang memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Tulungagung.
Setelah menyampaikan sambutan, Ahmad Baharudin secara resmi membuka Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.


Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para partisipan dan peninjauan stan pameran. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati bersama jajaran juga melihat secara langsung berbagai koleksi dan materi yang ditampilkan oleh museum, lembaga kebudayaan, serta komunitas peserta.
Melalui pameran tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap masyarakat semakin dekat dengan museum dan menjadikannya sebagai ruang belajar bersama untuk memahami perjalanan sejarah, merawat identitas budaya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya bagi generasi mendatang. (PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Berita Lainnya

error: Content is protected !!