Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Maryoto Birowo, didampingi wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kab. Tulungagung Ny. Yuni Sukaji membuka pelatihan Ketrampilan membuat olahan makanan bergizi untuk balita bagi Kader PKK Desa se-Kecamatan Tanggungunung Tahun 2020 Bertempat di Balai Kecamatan Tanggunggunung Selasa, 15/09/2020.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung beserta Wakil Ketua, Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan beserta Pengurus, Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Tanggunggunung dan Narasumber dari Dinas Pertanian.
Ketua Pokja II selaku Ketua Panitia Ny. Tien Eko Asistono mengatakan maksud dan Tujuan dilaksanakanya pelatihan ketrampilan membuat olahan makanan bergizi untuk balita ini dimaksudkan untuk memenhi kebutuhan keberagaman gizi pada balita sehingga balita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal terhindar dari berbagai penyakit maupun stunting. Sedangkan tujuan yang ingin di capai adalah sebagai berikut:
1.Untuk meningkatkan ketrampilan dan wawasan bagi orang tua tentang kebutuhan gizi yang baik dan seimbang bagi balitanya.
2.Memberikan ketrampilan bagi orang tua maupun kader PKK pentingnya gizi bagi balita terutama balita yang mengalami stunting.
3. Memberikan wawasan pengetahuan kepada Kader PKK tentang penanganan bagi balita yang mengalami kekurangan gizi dan stunting.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung Ny. Siyuk Maryoto Birowo ketika membuka acara ini mengatakan bahwa ketahanan pangan dan gizi saat ini masih merupakan isu yang sangat penting secara nasional, karena hal tersebut merupakan syarat untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif dan produktif. Untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi, diperlukan adanya ketersediaan pangan yang cukup, secara kontinyu/berkelanjutan melalui usaha pemanfaatan tanah pekarangan secara massal. Salah satu program untuk upaya pemanfaatan pangan secara optimal adalah melalui program pemanfaatan tanah pekarangan dengan konsep kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan melalui program ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan keluarga, dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat, termasuk Ibu-ibu rumah tangga. (Pri/ Pro)

