Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M, Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji M.Si, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto S.H, S.I.K, M.H, Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf. Mulyo Junaidi S.E, M.Tr (Han) Kepala Kejaksaan Negeri Mujiarto S.H,M.H serta Forkopimda hadiri pembukaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang di selenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bertemakan “Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca”, Bertempat di Pendopo Agung Pantai Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Sabtu, 26/06/2021.
Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI komisi V Drs. Hj Sri Rahayu. Sekolah lapang cuaca nelayan ini secara keseluruhan diikuti kurang lebih 100 orang peserta terdiri dari perwakilan petugas penyuluh perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, ketua kelompok nelayan dan nelayan tradisional.
Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi cuaca dikalangan para nelayan masih minim, nelayan masih mengandalkan ilmu tradisional yang sudah turun temurun sebagai pedoman untuk mencari tangkapan atau istilah jawa ilmu titen.
Dan berharap dengan adanya sekolah lapang cuaca nelayan para nelayan dapat tambahan ilmu yang dapat diaplikasikan secara nyata dalam aktifitas pelayaran.
Lebih lanjut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, M.T menjelaskan dalam SLCN ini para nelayan akan diberikan pemahaman bagaimana merencanakan aktivitas berlayar di laut sehingga nelayan aman beraktivitas tetapi tetap mengutamakan hasil tangkapan yang besar tentu saja dengan segala informasi keselamatan terhadap cuaca maritim, tinggi gelombang, arus laut dan kecepatan angin menjadi perhatian utama dalam menuju daerah tangkapan ikan tersebut.
Tetapi pada kenyataannya, mayoritas nelayan kita masih banyak menggunakan ilmu perkiraan cuaca dan tanda-tanda alam yang ada di sekitarnya, padahal pemanfaatan teknologi informasi cuaca BMKG saat ini lebih akurat. (Pri/Prokopim)


