Untuk memenuhi akan kebutuan darah masyarakat Tulungagung dan keseterdiannya Palang Merah Indonesia (PMI) Tulungagung semakin aktif mengadakan sosialisasi ,guna memenuhi persediaan darah. Selain mendapatkan darah dari pendonor aktif, PMI juga melakukan jemput bola ke berbagai tempat.Salah satunya di lembaga sekolah, instansi pemerintah maupun swasta dan dikalangan masyarakat umum.
Menurut Priyono Persyaratan pendonor minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun. Selain usia, pendonor juga harus dalam keadaan sehat. Jika dalam kondisi sakit, minimal 3 bulan dari penyembuhan, baru bisa melakukan pendonoran darah.
Priyono menambahkan, sebelum darah keluar harus melalui screening terlebih dahulu, untuk menghindari 4 macam penyakit, yaitu, hepatitis A, hepatitis B, HIV dan Sifilis.
“Darah yang terkontaminasi 4 macam penyakit tersebut akan segera dimusnahkan. Infeksi Menular Melalui Transfusi Darah dapat dimusnahkan melalui menggunakan metode Elisa dan Chlia,” pungkasnya.
Stok darah PMI Tulungagung di tahun 2015 sebanayak 1661 kantong terdiri dari berbagai golongan darah. Untuk darah A ada 366 kantong, darah B ada 526 kantong, darah O ada 644 kantong dan darah AB ada 127 kantong. Sedangkan stok darah di tahun 2016 hingga hari ini yang masih tersedia ada 159 kantong darah A, 162 kantong darah B, 119 kantong darah O dan 54 darah AB.
PMI Tulungagung berharap untuk yang sudah aktif agar rutin mendonorkan darahnya dan mengajak krabat ataupun teman-temannya untuk ikut serta beramal darah. Dan para pendonor bisa langsung datang ke gedung PMI yang baru,” papar Priyono.(nug/humas)
