Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, Kamis, 12/12/2019, pagi menerima kunjugan Pemerintah China dan Unicef China terkait Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Dalam acara ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari perwakilan Unicef China, perwakilan Unicef Indonesia, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Unicef wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Asisten Sekda Tulungagung, Kepala Dinas, Badan, Bagian jejaring Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI ) Kabupaten Tulungagung, dan Direktur LPA Tulungagung.
Delegasi Pemerintah China Mr. Yang Jian dalam sambutannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan dirinya bersama rombongan datang di Kabupaten Tulungagung adalah dalam perjalanan ke Indonesia Jawa Timur khususnya di Kabupaten Tulungagung ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) di Kabupaten Tulungagung dan berharap untuk Unicef semoga akan lebih banyak investasi ke Kabupaten Tulungagung agar KLA bisa berjalan dengan baik.
Mr. Yang Jian juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tulungagung karena telah menyambut baik dirinya bersama rombongan yang datang di kota marmer dan berharap agar dilain waktu Kabupaten Tulungagung juga melakukan kunjungan ke Cina.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si., mengatakan bahwa atas nama Pemerintah daerah kabupaten Tulungagung dirinya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Tulungagung dalam rangka melihat kinerja dan Progress Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Inetgratif Tulungagung. “ Kami menyadari sepenuhnya, bahwa untuk meningkatkan kinerja perlindungan anak di Tulungagung masih memerlukan upaya dan kerja keras, dan keberadaan ULT PSAI (Integrated Service Unit For Integrative child Social Protection) ini menjadi sarana mewujudkan perlindungan dan menjamin hak-hak anak Tulungagung melalui upaya yang terpadu dan terintegritas “. Kata Sukaji.
Pada kesemptan tersebut Sukaji juga menyampaikan terimakasih kepada Kementrian Sosial dan Unicef yang telah memberikan dukungan dan dorongan untuk mewujudkan layanan Terpadu. “Kunjungan jajaran Pemerintah Cina ini akan menjadi pembelajaran baru bagi kami untuk bisa saling bertukar informasi yang akan sangat berguna untuk penyempurnaan pembangunan masa-masa mendatang khususnya terkait Perlindungan Anak”.lanjutnya.
Lebih lanjut Sukaji mengatakan bahwa Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten diantara 38 Kabupaten/Kota diwilayah Provinsi Jawa Timur tepatnya terletak pada arah barat daya dari Surabaya dengan jarak 156 Km dengan luas wilayah 1.055,65 Km yang terbagi dalam 19 Kecamatan, 271 Desa/Kelurahan, dengan jumlah penduduk tahun2018 sebesar 1.110.921 jiwa. “ Dari jumlah penduduk tersebut, anak berusia 18 tahun kebawah sebanyak 26% atau sebesar 276.399 jiwa. Dengan proporsi anak yang cukup besar maka urgensi program perlindungan anak semakin mengemuka, karena secara faktual cukup banyak anak-anak yang masuk kategori anggota rumah tangga rentan “ . Katanya
Untuk itu pemerintah Kabupaten Tulungagung menurut sekda terus berupaya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik mental, fisik, intelegensia maupun sosial. Dan salah satu wujud nyata dari upaya perlindungan anak adalah melalui keberadaan Unit Layanan Terpadu Pelindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) yang semakin kuat dengan adanya penyempurnaan Perda Perlindungan Anak yang semula berbasis isu sekarang diperkuat berbasis sistem.”sebagai bentuk penguatan Unit layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif dalam memberikan pelayanan, penganggaran dari APBD Kabupaten terus ditingkatkan dari tahun dan tentunya hal ini sinergi dengan anggaran yang telah diluncurkan oleh kementerian sosial maupun unicef “. Imbuhnya.
Dalam rangka pemenuhan Hak Sipil dan kebebasan untuk mewujudkan Tulungagung Layak Anak Pemerintah Kabupaten Tulunagung menurut Pj. Sekda akan terus berupaya mewujudkan capaian Akte kelahiran 100% dan diperkuat dengan penerapan Kartu Indentitas Anak (KIA). (Nug/ Hms)
