Categories: Berita
Published Februari 26, 2016

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, S.E, M.Si, Kamis (25/2), membuka acara rapat koordinasi dan evaluasi adipura tahun 2015 Kabupaten Tulungagung serta reorientasi program adipura tahun 2016.   

Acara diikuti 80 orang peserta yang terdiri dari SKPD dan perwakilan masyarakat Tulungagung, menghadirkan narasumber Nugroho Widiarto, S.T, M.Si, Kasubbag Program pada Tata Usaha, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, Kementrian Lingkungan Hidup.

Ketua panitia kegiatan Drs. Sukaji, M.Si mengatakan maksud dan tujuan digelarnya acara ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persiapan serta evaluasi hasil penilaian yang diperoleh dalam adipura tahun sebelumnya, sehingga dapat menentukan arah dan strategi serta kebijakan yang harus diambil sebagai dasar untuk menjalankan program adipura tahun ini dan yang akan datang.

Lebih lanjut, Sukaji berharap dengan adanya kegiatan ini dapat tercipta satu persepsi yang searah dan sinergi dari semua  pihak yang terkait, dalam menjalankan program adipura khususnya proses penilaian sampai dengan tahap akhir, serta untuk mendapatkan informasi-informasi penting dari narasumber.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, mengatakan pelaksanaan program adipura tahun 2016 akan semakin berat, oleh sebab itu mari kita persiapkan mulai dari sekarang. “Dalam program adipura harus dilakukan terobosan–terobosan baru yang mampu mendorong terwujudnya Kabupaten Tulungagung yang tidak hanya bersih, hijau dan sehat namun berkelanjutan dan mampu mengintegrasikan aspek pembangunan ekonomi, pembangunan sosial serta pembangunan lingkungan“, tegas Bupati.

Bupati Syahri Mulyo menambahkan bahwa berkaitan dengan program Adipura perlu adanya komitmen bersama supaya dapat mencapai indikator yang ditentukan dalam penilain adipura. “Berkaitan dengan hal tersebut, maka terdapat penambahan kriteria dan indikator penilaian adipura, diantaranya adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim, pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta pengelolaan pertambangan. Namun dengan komitmen bersama kita yakin dapat melaksanakan indikator tersebut.” Imbuh Bupati.

Bupati Syahri Mulyo juga menjelaskan bahwa program adipura hanyalah merupakan sarana, sedangkan tujuan utamanya adalah terciptanya budaya warga yang tanggap dan peduli terhadap lingkungan. Titik berat penilaian bukanlah pada fisik bangunan yang megah serta fasilitas yang mewah, namun lebih dititik beratkan pada upaya serta pemahaman warga dalam mengelola lingkungan. (nug/humas)

Pos Terbaru