Sebanyak 182 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tulungagung mengikuti sosialisasi dan implementasi analisis standar belanja daerah Kabupaten Tulungagung pada Kamis (06/10/2022) pagi. Kegiatan yang diselenggarakan di Crown Victoria Hotel ini dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung, Drs. Sukaji, M.Si.
Hadir sebagai narasumber Irwan Taufiq Ritonga, SE.,M.Bus.,CA., Ph.D. dari FEB. UGM Yogyakarta.
Ketua Panitia Broto Susetyo, S.Sos, M.M., mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan umum kepada peserta sosialisasi tentang Analisis Standar Belanja dan juga memberikan pengetahuan umum kepada peserta sosialisasi tentang tata cara dan implementasi Analisis Standar Belanja dalam Penyusunan RKA-SKPD.
โKegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Perbup Nomor 88 Tahun 2022 tentang Analisis Standar Belanja,โ katanya.
Sementara itu, Sekda dalam sambutannya mengatakan analisis standar belanja (ASB) merupakan salah satu instrument standarisasi digunakan menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap kegiatan pada perangkat daerah dan berguna menetapkan alokasi anggaran perangkat daerah yang lebih moderat untuk mencegah dispasitas. ASB juga sebagai kerangka acuan dan pedoman bagi setiap perangkat daerah dalam menyusun rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah (RKA-SKPD).
โASB merupakan komitmen Bupati Tulungagung guna menerapkan prinsip efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah,โ jelasnya.
Selain itu penggunaan Analisis Standar Belanja dalam e-planing dan e-budgeting merupakan maklumat atas MCP-KPK (Monitoring Centre for Prevention โ Komisi Pemberantasan Korupsi). Indikator keberhasilan Analisis Standar Belanja (ASB) adalah 1). Penetapan ASB Fisik dan Non Fisik, 2). Implementasi ASB telah digunakan dan masuk dalam aplikasi perencanaan (SIPD).
โPenerapan ASB dalam penyusunan APBD bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas anggaran belanja dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dengan pembakuan proses, sub proses, jenis belanja maupun besaran belanja,โ tuturnya.
Sekda menambahkan, ASB yang menjadi acuan bagi para penyusun anggaran dan pemeriksa anggaran, guna menyusun dan melihat rasionalisasi distribusi anggaran kegiatan menjadi beberapa komponen biaya kegiatan. Sehingga, diharapkan tidak ada perbedaan anggaran yang signifikan diantara beberapa kegiatan yang sama.
โUntuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung baru bisa menyusun 30 jenis Analisis Standar Belanja, dan sebentar lagi kita tetapkan Analisis Standar Belanja Bidang Pekerjaan Umum. Kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Tulungagung, Saya instruksikan WAJIB menerapkan ASB dalam penyusunan Anggaran,โ imbuhnya. (TOK/PROKOPIM TULUNGAGUNG)

