+62 (355) 321201 tulungagung.prokopim@gmail.com
Berita

Bongkar Ratoon Tebu Jadi Strategi Tingkatkan Produksi dan Kesejahteraan Petani Tulungagung

07 Oktober 2026 humasta

TULUNGAGUNG, 7 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendorong percepatan peremajaan tanaman tebu melalui Program Bongkar Ratoon sebagai salah satu strategi meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap upaya swasembada gula nasional.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., saat menghadiri Panen Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025 di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Tani Nasional 2026, yang menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan selamat Hari Tani Nasional 2026 serta apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh petani. Para petani adalah pahlawan pangan yang telah bekerja keras menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi di daerah kita,” ujar Ahmad Baharudin.

Ahmad menjelaskan, komoditas tebu memiliki posisi strategis bagi perekonomian Tulungagung. Selain menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, sektor tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung cita-cita swasembada gula nasional.

Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya tanaman ratoon atau tanaman keprasan yang telah berumur tua sehingga produktivitasnya mengalami penurunan.

Karena itu, Program Bongkar Ratoon dinilai tidak sekadar menjadi kegiatan mengganti tanaman lama, tetapi merupakan langkah strategis untuk melakukan peremajaan dan meningkatkan produktivitas lahan.

“Bongkar ratoon bukan sekadar membongkar tanaman lama. Ini adalah langkah strategis dan bentuk keberanian kita untuk bertransformasi,” katanya.

Melalui peremajaan tersebut, tanaman tebu lama diganti dengan bibit unggul bermutu tinggi. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus rendemen gula sehingga memberikan dampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan perkembangan positif luas areal tanaman tebu di Kabupaten Tulungagung.

Pada musim giling 2025, luas areal tanaman tebu tercatat sekitar *3.862 hektare, dengan produksi mencapai *369.979,60 ton tebu basah.

Sementara pada musim giling 2026, luas areal tanam meningkat menjadi sekitar *4.069 hektare. Peningkatan tersebut mencakup capaian Program Bongkar Ratoon seluas *151,48 hektare serta perluasan areal tanam sekitar 207,3 hektare.

Pertumbuhan luas areal tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya perhatian terhadap pengembangan komoditas tebu di Tulungagung. Namun, pemerintah menekankan bahwa perluasan lahan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil.

Ahmad Baharudin juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan antara petani tebu dan pabrik gula.

Menurutnya, hubungan yang kuat antara petani dan industri pengolahan gula akan menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, harmonis, dan saling menguntungkan.

Pemerintah daerah berharap kemitraan tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memberikan kepastian dan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Selain kemitraan, petani juga didorong memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian serta mengoptimalkan lahan secara produktif. Modernisasi budidaya dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus hasil panen.

“Pemanfaatan lahan dan teknologi pertanian yang modern diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Hal ini akan mendukung ketahanan pangan di daerah kita,” ujarnya.

Pemkab Tulungagung memastikan pengembangan sektor tebu membutuhkan dukungan lintas pihak. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas terkait, penyuluh pertanian, serta mitra pabrik gula.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mengawal kebutuhan petani, mulai dari ketersediaan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga akses permodalan.

Pemerintah ingin memastikan peningkatan produktivitas tidak berhenti pada peningkatan produksi semata, tetapi juga berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Momentum panen sekaligus penanaman kembali melalui Program Bongkar Ratoon diharapkan menjadi bagian dari transformasi sektor tebu Tulungagung menuju pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.

“Kerja keras di kebun harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Ahmad.

Ahmad Baharudin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan sektor tebu sebagai salah satu kekuatan pertanian daerah. Menurutnya, petani tebu Tulungagung memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta pihak pabrik gula yang selama ini terus berkolaborasi dalam mengembangkan sektor tebu.

“Melalui momentum panen dan tanam kembali lewat Program Bongkar Ratoon ini, mari kita buktikan bahwa petani tebu di Kabupaten Tulungagung mampu menjadi garda terdepan dalam kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan gula nasional,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan harapan agar hasil panen memberikan keberkahan sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat industri gula di Tulungagung.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga kembali menegaskan semangat “Jogo Tulungagung” sebagai tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan, menggerakkan perekonomian, dan membangun daerah secara berkelanjutan.(tok/khoi/PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Berita Lainnya

Berita
14 Sep 2026

Renungan dan Ulang Janji Pramuka

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tulungagung menggelar Renungan dan Ulang Janji Pramuka di Sanggar Pramuka Tulungagung, Jumat (11/9/2026). Kegiatan diawali dengan sarasehan […]

Baca Selengkapnya
error: Content is protected !!