Categories: Berita
Published Juni 22, 2026

Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren PETA (Pesulukan Thariqat Agung) Tulungagung pada Minggu malam, 21 Juni 2026. Jamaah dari berbagai daerah tampak memadati lokasi untuk menghadiri acara haul tahunan dalam rangka memperingati wafatnya pendiri pondok, KH. Mustaqim Bin Husein.

Acara yang mengusung tema besar “Indonesia Pusaka, Piagam, Ummatan Wahidan” ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Tema tersebut merefleksikan semangat persatuan dan kesatuan umat, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh almarhum KH. Mustaqim Bin Husein semasa hidup, yaitu membangun umat yang satu (ummatan wahidan) dengan prinsip persamaan derajat dan tanggung jawab bersama.

Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama kepala perangkat daerah lingkup pemkab tampak hadir langsung di tengah-tengah jamaah. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang menjadi tradisi dan budaya masyarakat Tulungagung.


“Acara haul ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum penting bagi kita untuk merefleksikan diri, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meneladani nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh para sesepuh. “, Ujar Plt. Bupati.

Rangkaian acara haul yang berlangsung sejak Minggu malam itu diisi dengan pembacaan tahlil, dzikir bersama, pembacaan manaqib (riwayat hidup) KH. Mustaqim Bin Husein, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh para kiai dan ulama. Acara berlangsung tertib dan lancar berkat koordinasi yang baik antara panitia, aparat keamanan, dan masyarakat sekitar. (PROKOPIM TULUNGAGUNG).

Pos Terbaru