Categories: Berita
Published Oktober 10, 2022

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar apel siaga bencana pada Senin (10/10/2022) pagi. Unsur yang dilibatkan TNI-Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PMI, dan komunitas relawan masyarakat peduli bencana seperti tagana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., bersama Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto dan Komandan Kodim 0807 Letkol Czi Nooris Agus Rianto, S.I.P. turut mengecek kesiapan anggota dan peralatan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam menghadapi bencana.

Bupati Maryoto mengatakan secara geografis, geologis, demografis, maupun hidrometeorologis, Kabupaten Tulungagung masuk wilayah rawan bencana. Untuk itu dibutuhkan kewaspadaan, terlebih berdasarkan press release BMKG curah hujan tinggi hingga sepekan kedepan. Bahkan, berpotensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

“Kami instruksikan tiap kecamatan mengaktifkan lagi pos siaga bencana. Selain itu, juga harus meningkatkan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi yang baik untuk menimalkan dampak yang terjadi sehingga tidak menimbulkan kerugian di masyarakat,” tuturnya.

Dalam hal ini, Maryoto mengaku juga mempersiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menghadapi potensi bencana hidrometeologi. Jumlahnyapun bisa ditambah jika ada kejadian bencana yang luar biasa.

“Ya itu (BTT) pasti kita siapkan. Karena memang BTT ini untuk dialokasikan bilamana ada kejadian bencana yang luar biasa,” jelasnya.

Terkait berulangnya banjir di Kecamatan Besuki, Bandung dan Campurdarat, pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Dengan terus melakukan reboisasi dengan menanam pohon berakar tunggang sebagai sabuk pembatas.

“Ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Tapi semua harus ikut andil agar dampak bencana ini bisa diminimalkan,” tandasnya. (PROKOPIM TULUNGAGUNG)

Pos Terbaru